Pemuda Katolik Ajak Bersatu Cegah ISIS

20140514182619304

[JAKARTA] Pemuda Katolik Indonesia mendorong semua elemen untuk terlibat dalam upaya mencegah gerakan radikal ISIS hidup dan berkembang di Indonesia.

Menurut Pemuda Katolik keterlibatan semua elemen sangat dibutuhkan untuk memerangi ISIS.

“Pertama, adalah negara harus mampu melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari pengaruh gerakan radikal ISIS dan menfasilitasi berbagai elemen baik pemerintah dan non-pemerintahn untuk melakukan gerakan melawan keberadaan ISIS di Indonesia,” ujar Sekretaris Jenderal Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa di Jakarta, Jumat (27/3).

Kedua, katanya aparat keamanan terutama intelijen agar berkerja secara optimal untuk mendeteksi sejak dini keberadaan ISIS di Indonesia.

Ketiga, tambahnya, masyarakat harus proaktif untuk mencegah gerakan radikal ISIS ini dengan cara membentengi diri dari pengaruh ISIS, melaporkan pihak yang berwajib jika ada pihak-pihak atau kelompok tertentu diduga terlibat dalam gerakan ISIS.

“Kerja sama antara negara dan berbagai elemen masyarakat ini nantinya akan mudah mematahkan gerakan ISIS,” tandasnya.

Karolin juga mengingatkan orang tua dan guru agar menjaga anak-anak dari pengaruh gerakan-gerakan radikal seperti ISIS ini. Pasalnya, anak-anak dan remaja merupakan usia yang rentan dan mudah dipengaruhi.

“Usia-usia seperti anak dan remaja sangat labil, mudah dipengaruhi dan selelu ingin sesuatu yang baru. Inilah yang perlu diwaspadi oleh orang tua dan guru agar menanamkan nilai-nilai yang benar baik yang berdasarkan agama maupun ideologi dan falsafah negara,” harapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Pemuda Katolik akan terus mendorong ormas dan Organisasi Kepemudaan (OKP) untuk menggalang gerakan bersama melawan ISIS berada dan berkembang di Indonesia. Peran OKP, katanya sangat penting untuk melawan gerakan-gerakan radikalisme.

“Pemuda Katolik sendiri sudah menginstruksikan agar semua kader-kader di seluruh daerah Indonesia melakukan aksi-aksi preventif untuk mencegah berkembangnya gerakan-gerakan radikalisme,” tegasnya. [YUS/L-8]

pmkriyogyakarta