Mahasiswa Katolik percaya persoalan kemanusiaan jadi solusi perdamaian dunia

0806a

Kongres Internasional Movement of Catholik Students (IMCS) yang diselenggarakan di Kota Tagaytay, Filiphina, 24 Juli-3 Agustus 2015, akhirnya ditutup dengan pemilihan pimpinan IMCS yang baru.

Acara internasional itu para peserta memilih  Eduard Karour Pihewa dari Togo  sebagai President IMCS dan didampingi oleh Evelina Manola dari Yunani sebagai Sekjen IMCS.

IMCS adalah organisasi Internasional Mahasiswa Katolik Dunia yang beranggotakan semua organisasi mahasiwa dari seluruh negara di dunia. Indonesia sendiri diwakilikan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang pada kesempatan kali ini diwakili langsung oleh Ketua Presidum PP PMKRI Lidya Natalia Sartono dan juga terpilih mewakili negara Asia Pasifik dalam kongres tersebut.

Kongres IMCS yang mengangkat tema “Isalt of the Earth,Light of the World: Student Build the Kingdom of God” mendorong isu kemanusiaan dan lingkungan hidup dengan semangat solidaritas internasional.

Lidya mengungkapkam bahwa isu kemanusian dan lingkungan hidup tersebut dipilih sesuai  dengan ensiklik terbaru Paus Fransiskus,‘Laudato si’.

Selain Lidya, salah satu wakil Indonesia yang telah mengabdi selama tiga tahun sebagai koordinator IMCS Asia Pasifik Felicia Dian Ravenska yang juga adalah kader PMKRI juga hadir dalam kongres ini.

“Sudah seharusnya peran mahasiswa Katolik dunia terus didorong untuk memajukan perdamaian dan semangat solidaritas antar bangsa, sehingga kedamaian di bumi dan di langit dapat kita wujud melalui persaudaraan sejati di dunia,” tutur Lidya, seperti dilansirrmol.co.

Kehadiran Indonesia dalam kongres kali ini juga membawa dua mandat dari negara Bangladesh dan Hong Kong yang mempercayakan hak bicara dan suaranya kepada Indonesia. Sehingga memberi posisi tawar yang strategis bagi PMKRI dari Indonesia. Sebagai catatan, PMKRI sebagai organisasi mahasiswa Katolik satu-satunya di Indonesia pernah mengadakan kegiatan IMCS asia Pasifik dalam masa kepengurusan Felicia Dian Ravenska.

“Ke depan, akan ada program Internasional yang kita gelar di Indonesia bersama IMCS dengan tentunya mengambil tema-tema yang nyata terjadi dalam realitas hidup bangsa Indonesia dan dunia. PMKRI sendiri sangat percaya bahwa persoalan kemanusiaan dan solidaritas adalah solusi untuk tetap menjaga perdamaian di dunia,” tutup Lidya.

pmkriyogyakarta