Komunitas Kristen di Pakistan diperingatkan tentang serangan ISIS

1001f

Tentara Pakistan telah memberikan peringatan kepada gereja-gereja, lembaga-lembaga Kristen dan individu bahwa ISIS berencana memulai serangan di negara itu dalam waktu dekat.

Peringatan ini menggembirakan bahwa Tentara Pakistan setidaknya memberikan peringatan dini kepada para pemimpin Gereja dan lembaga Kristen, kata Wilson Chowdhry, ketua British Pakistani Christian Association.

Tentara khawatir bahwa beberapa kelompok sempalan yang sebelumnya milik Taliban Pakistan berencana melakukan serangan terhadap komunitas Kristen di Pakistan. Kelompok sempalan ini telah menjalin hubungan dengan banyak ekstrimis dan ISIS telah memasuki Pakistan, menurut penelitian Gatestone Institute.

“Para pemimpin Kristen telah diperingatkan untuk tidak boleh berjalan jauh dari gereja-gereja mereka. Sebuah pelayanan doa diberitahu bahwa mereka tidak boleh berjalan pada pagi atau malam. Kristen lainnya juga diperingatkan untuk tidak menghadiri pertemuan di luar,” demikian lembaga peneliatan yang berbasis di AS tersebut.

“Banyak kasus genosida Kristen telah lama terjadi di berbagai tempat di Pakistan,” kata Chowdhry, seraya menambahkan, “Awal tahun ini pemerintah telah menghasut kebencian terhadap orang Kristen melalui media menyusul aksi pemboman bunuh diri di dua gereja di Lahore.”

Pada Maret, pelaku bom bunuh diri dari Taliban Pakistan menyerang dua gereja selama pelayanan pagi, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai lebih dari 70 orang di Lahore.

Peringatan terbaru datang seminggu setelah Angkatan Darat Pakistan mengakui bahwa ada hampir 1.200 orang dilatih oleh militan ISIS di 17 kamp di negara itu dan kini menunggu instruksi.

Kristen memiliki sekitar 1 persen dari populasi negara itu dan terkonsentrasi di wilayah Lahore.

Sumber: ucanews.com

pmkriyogyakarta