Paus Fransiskus minta Presiden Iran aktif dalam upaya perdamaian

Paus Fransiskus menyambut Presiden Iran di Vatikan.

Presiden Iran Hassan Rouhani melakukan kunjungan pertamanya ke Vatikan dan bertemu dengan Paus Fransiskus. Kepada Rouhani, Paus Fransiskus mendorong Iran untuk ikut berperan aktif dalam upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Rouhani menghabiskan waktu 40 menit berbicara secara pribadi dengan Paus Fransiskus, dalam kunjungannya ke Vatikan pada Selasa (26/1) waktu setempat. Kunjungan ini dilakukan usai sanksi internasional Iran dicabut setelah kesepakatan nuklir dengan negara-negara Barat diterapkan.

Dalam pernyataannya, seperti dikutip AFP, dan dilansir detik.com, Rabu (27/1/2016), Vatikan menyebut Paus Fransiskus mendorong pemimpin Iran itu selalu berperan aktif dalam menyerukan solusi politik bagi berbagai persoalan yang menyelimuti kawasan Timur Tengah, dan juga untuk membantu memerangi terorisme serta perdagangan senjata.

“Saya berterima kasih atas kunjungan Anda dan saya mengharapkan perdamaian,” ucap Paus Fransiskus kepada Rouhani pada akhir pertemuan mereka, ketika wartawan diperbolehkan masuk ke dalam ruang pertemuan.

Rouhani membalas dengan senyuman dan mengucapkan salah satu slogan terkenal Paus. “Saya minta Anda mendoakan saya,” ujar Rouhani.

Rouhani memberikan hadiah berupa karpet buatan tangan dari kota kuno Qom di Iran. Sedangkan Paus Fransiskus memberikan sebuah medali yang menggambar St Martin tengah memotong sebagian jubahnya untuk diberikan kepada pengemis.

Minta didoakan Paus Fransiskus

Presiden Iran meminta doa dari Sri Paus. “Saya meminta Anda berdoa untuk saya,” katanya kepada Sri Paus.

“Menjadi kesenangan bagi saya bisa bertemu dengan Anda dan saya harap Anda berhasil dalam setiap pekerjaan Anda,” imbuhnya.

Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi pertama seorang Presiden Iran ke Vatikan, sejak kunjungan Mohammad Khatami yang dijamu John Paul II pada tahun 1999 lalu. Khatami juga menghadiri pemakaman Paus asal Polandia itu pada tahun 2005. Rouhani tengah melakukan kunjungan 5 hari ke Italia dan Prancis untuk menghidupkan kembali perdagangan dan investasi di Iran, usai pencabutan sanksi.

Sumber : http://indonesia.ucanews.com/

pmkriyogyakarta