Keuskupan Banjarmasin sampaikan belasungkawa atas wafatnya ketua MUI

Romo Susilo bersama sejumlah suster dan awam Katolik melayat ke rumah duka.

Keuskupan Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ketua MUI Kalimantan Selatan.

Pastor Fransiskus Asisi Susilo Nugroho CP, ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Banjarmasin bersama rombongan datang ke rumah duka, Mediang Ahmad Makkie.

Menurut Romo Susilo, rasa tolerasi yang tinggi dari Ahmad Makkie adalah suatu hal yang paling berkesan bagi Keuskupan Banjarmasin.

“Rasa toleransi beliau sangat tinggi. Kita dari semua umat beragama, selama ini merasa dirangkul oleh beliau,” ujarnya.

Hal itu, menurut dia, yang paling berperan selama ini dalam menjaga dan memperjuangkan rasa toleransi antarumat beragama di Kalsel.

“Makanya kami semua pun sangat kehilangan beliau,” ujarnya seperti dilansir Banjarmasin.tribunnews.com.

Setiap Hari Raya Idul Fitri, keuskupan Banjarmasin selalu bersilaturahim ke rumah ketua MUI tersebut.

Ketua MUI Kalsel Ahmad Makkie meninggal dunia dalam usia 78 tahun, Rabu (27/2016) siang di  rumahnya di Jalan Cempaka Sari 2 nomor 78, Banjarmasin.

Anak pertama Ahmad Makkie, Haris Makkie mengatakan memang sejak beberapa bulan lalu sang ayah mulai menurun kesehatannya.

“Sempat dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin. Tapi beberapa minggu ini dirawat di rumah saja. Memang lebih banyak karena faktor usia,” kata pria yang juga menjabat Kabiro Humas Pemprov Kalsel ini.

Sebelum menjadi Ketua MUI Kalsel, ia tercatat pernah menjabat Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Bupatin Tapin dari 1983-1993, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel dan Ketua Harian Angkatan 1945.

Sumber  : http://indonesia.ucanews.com/

pmkriyogyakarta